Bagi Nando Hilmy, film horor Lastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar proyek biasa. Putra sulung mendiang aktor senior Gary Iskak ini menjadikan film tersebut sebagai momen pertama dan terakhir kalinya ia bisa membintangi sebuah layar lebar bersama sang ayah.

Meskipun sebelumnya pernah terlibat dalam satu proyek sinetron dan film dokumenter, Nando Hilmy tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya karena masih diberi kesempatan beradu akting dengan sang legenda. Momen ini menjadi sangat berharga, terutama mengingat kondisi kesehatan Gary Iskak.

Semangat Gary Iskak di Tengah Perjuangan Melawan Sakit

Yang membuat film ini semakin istimewa adalah keterlibatan Gary Iskak yang merupakan keinginannya sendiri. Di tengah perjuangan melawan sirosis hati yang dideritanya, mendiang tetap ingin berkarya dan tidak mau diam.

“Ya senang aja, sih bisa bareng. Maksudnya aku dan ayah ikut bareng di sini,” ujar Nando Hilmy, yang memerankan karakter Andi dalam film tersebut, saat jumpa pers di Jakarta Selatan pada Selasa (23/6/2026).

Inisiatif Audy Bella Ciptakan Proyek Fleksibel

Melihat semangat Gary Iskak yang ingin tetap aktif syuting, sahabat sekaligus produser film, Audy Bella, pun berinisiatif membuat proyek dengan sistem produksi yang lebih fleksibel. Audy ingin Gary tetap bisa menyalurkan kecintaannya pada akting tanpa harus terbebani jadwal ketat.

“Jadi dia pengin ada kegiatan, karena dia mau syuting di tempat lain pun sulit. Karena aku yang bikin, jadi aku bisa menyesuaikan kondisinya dia. Tapi luar biasa, beliau tetap profesional,” ungkap Audy Bella.

Jumpa pers film Lastri: Arwah Kembang Desa turut dihadiri oleh sejumlah pemain lain seperti Hana Saraswati, Ratu Meta, dan Debby Sahertian, yang juga memberikan penghormatan atas dedikasi Gary Iskak.