Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem sastra Indonesia melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN). Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa ekosistem yang sehat menjadi kunci utama bagi kemajuan sastra di Tanah Air.

“Sastra tidak bisa berkembang hanya dengan adanya penulis-penulis berbakat. Budaya literasi akan tumbuh subur ketika seluruh ekosistemnya berjalan baik dari hulu ke hilir,” ujar Fadli Zon saat membuka acara Sasana Sastra di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Fadli menjelaskan bahwa ekosistem sastra yang sehat mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari penciptaan atau produksi karya sastra, penerbitan, distribusi, penerjemahan, promosi, hingga platform apresiasi dan festival sastra.

Sebagai kementerian yang baru berdiri dua tahun lalu, Kementerian Kebudayaan berupaya memperkuat, menghubungkan, dan memperluas dampak inisiatif yang sudah ada melalui kebijakan yang mendukung.

Kementerian telah menjalin kemitraan dengan setidaknya 18 festival sastra di seluruh Indonesia melalui konsorsium festival nasional. Upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap sastra di berbagai daerah.

Fadli menambahkan, “Sekitar 3.225 karya sastra terpilih telah didistribusikan melalui 35 pusat komunitas sastra di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025, kami juga mendukung pengembangan 7.500 talenta sastra melalui program Manajemen Talenta Nasional di bidang sastra.”

Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga berupaya meningkatkan profil sastra Indonesia di kancah internasional. Hal ini dilakukan dengan membina penerjemah muda dan promotor sastra yang berperan penting dalam memperluas jangkauan karya-karya sastra.

Sastra merupakan salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan. Oleh karena itu, kementerian berharap karya sastra Indonesia akan mendapatkan pengakuan internasional yang lebih luas, diterjemahkan ke lebih banyak bahasa asing, dan semakin mudah diakses oleh audiens global.

Dengan kekayaan warisan budaya Indonesia yang meliputi 1.340 kelompok etnis dan 718 bahasa lokal yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau, tradisi sastra di negara ini diharapkan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.