Irlandia menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan program persenjataan kembali Uni Eropa, Security Action For Europe (SAFE). Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Irlandia, Helen McEntee, pada Rabu (1/7/2026).
McEntee menjelaskan bahwa pemerintah Irlandia tengah mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari SAFE. Langkah ini diambil tidak hanya untuk mendapatkan akses pendanaan, tetapi juga untuk mempererat kerja sama dengan mitra-mitra Eropa.
“Status netralitas militer Irlandia tidak menghalangi negara tersebut untuk bekerja sama dengan mitra-mitra Eropa dalam menanggapi ancaman keamanan,” tegas McEntee, menanggapi kekhawatiran terkait posisi netralitas negaranya.
Program SAFE sendiri diluncurkan pada Mei 2025. Instrumen keuangan ini dirancang untuk menyediakan pinjaman jangka panjang dengan syarat khusus hingga senilai 150 miliar euro, atau sekitar Rp3 kuadriliun. Dana tersebut bertujuan untuk mendukung pengadaan bersama peralatan militer dan memperkuat basis industri pertahanan di Uni Eropa.
Sebelumnya, pada Juni 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Industri Pertahanan dan Antariksa Komisi Eropa, Herald Ruijters, telah mengumumkan bahwa Komisi Eropa akan segera membuka putaran baru pengajuan dana pinjaman dalam kerangka SAFE.
