Tiga wakil Afrika harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari turnamen dalam kurun waktu 24 jam. Ironisnya, nasib tragis ini diwarnai dengan kebobolan gol krusial pada menit ke-86 di setiap pertandingan mereka.

Pantai Gading Takluk dari Norwegia

Kisah apes ini diawali oleh Pantai Gading saat menghadapi Norwegia. Sempat tertinggal akibat gol Antonio Nusa di babak pertama, Pantai Gading berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Amad Diallo pada menit ke-74. Namun, kegembiraan tersebut hanya bertahan sesaat. Erling Haaland memastikan kemenangan 2-1 untuk Norwegia dengan mencetak gol di menit ke-86, mengubur harapan Pantai Gading.

Republik Demokratik Kongo Ditekuk Inggris

Nasib serupa menimpa Republik Demokratik Kongo ketika berhadapan dengan Inggris. Mereka sempat unggul cepat di menit keenam berkat gol Brian Cipenga. Namun, Inggris berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-75 melalui gol Harry Kane. Kane kembali menjadi mimpi buruk bagi Kongo setelah mencetak gol keduanya pada menit ke-86, memastikan kemenangan Inggris dan menghentikan langkah wakil Afrika tersebut.

Senegal Kehilangan Keunggulan Dramatis Lawan Belgia

Wakil Afrika terakhir yang bernasib nahas adalah Senegal. Dalam laga melawan Belgia, Senegal sempat memimpin 2-0 hingga menit ke-86 berkat gol-gol dari Habib Diarra dan Ismaila Sarr. Namun, Belgia bangkit secara dramatis. Romelu Lukaku memangkas ketertinggalan, dan Youri Tielemans berhasil menyamakan kedudukan tiga menit berselang, memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Kekalahan Senegal semakin pahit setelah Tielemans mencetak gol penalti di menit ke-125, memastikan kemenangan 3-2 untuk Belgia. Dengan demikian, tiga tim Afrika harus rontok bersamaan dalam waktu 24 jam, dengan cara yang tragis dan di menit yang identik, yakni menit ke-86.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan, apakah ada ‘kutukan’ menit ke-86 yang menghantui para wakil Afrika di turnamen kali ini?