Nuzulul Quran, sebuah peristiwa monumental dalam sejarah Islam, menandai awal turunnya kitab suci Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Kata ‘nuzul’ yang berasal dari bahasa Arab memiliki arti turun atau diturunkan, merujuk pada proses penyampaian wahyu ilahi yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Peristiwa ini bukan sekadar momen historis, melainkan fondasi utama ajaran Islam. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun, dimulai dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, hingga wahyu terakhir yang turun menjelang wafatnya Rasulullah SAW.
Umat Islam di seluruh dunia umumnya memperingati Nuzulul Quran setiap tanggal 17 Ramadan. Meskipun demikian, ada pula pandangan yang menyebutkan bahwa turunnya Al-Qur’an terjadi pada Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan dan jatuh pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Tahapan Turunnya Al-Qur’an
Proses turunnya Al-Qur’an tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan melalui dua tahapan utama yang telah ditetapkan oleh Allah SWT:
- Dari Lauhul Mahfuzh ke Langit Dunia: Sebelum wahyu disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, Al-Qur’an telah tersimpan dengan sempurna di Lauhul Mahfuzh. Lauhul Mahfuzh merupakan kitab induk yang berada di sisi Allah SWT, tempat segala catatan takdir dan firman-Nya terpelihara. Dari Lauhul Mahfuzh, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara keseluruhan ke Baitul Izzah atau Langit Dunia pada malam Lailatul Qadar.
- Dari Langit Dunia ke Nabi Muhammad SAW: Setelah berada di Langit Dunia, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Proses ini berlangsung selama 23 tahun, sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang terjadi dalam dakwah Nabi, memberikan bimbingan dan hukum-hukum Islam secara progresif.
