Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Bina Nusantara (Binus) berhasil menguasai babak final Campus League 2026 Basketball Regional Jakarta. Kedua universitas tersebut sukses mengirimkan tim putra dan putri mereka ke partai puncak yang akan berlangsung di Basketball Court UPH, Tangerang, pada Minggu, 31 Mei 2026.
Perjalanan Menuju Final: Tim Putra dan Putri Tampil Gemilang
Dominasi UPH dan Binus terlihat setelah kedua tim meraih kemenangan meyakinkan di babak semifinal pada Sabtu, 30 Mei 2026. Di sektor putra, UPH melaju ke final setelah menundukkan Universitas Trisakti dengan skor telak 51-37. Tim tuan rumah tampil dominan sejak kuarter pertama dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Sementara itu, tim putra Binus juga menunjukkan performa impresif dengan menyingkirkan Institut Perbanas. Binus mengamankan tiket final setelah meraih kemenangan 68-56 atas Perbanas. Di kategori putri, UPH berhasil menggulingkan Institut Perbanas, meskipun sempat tertinggal di kuarter pertama. Binus putri juga tidak mau ketinggalan, mereka sukses mengalahkan Universitas Budi Luhur untuk melengkapi daftar finalis.
Optimisme Pelatih Jelang Partai Puncak
Menjelang partai final, para pelatih mengungkapkan persiapan dan strategi tim masing-masing. Pelatih tim putri UPH, Fajar Kusumasari, menyatakan bahwa timnya telah melakukan persiapan matang dan memiliki kepercayaan diri tinggi.
“Persiapan kami sudah cukup untuk menghadapi siapapun nanti di final, jadi fokus recovery, besok just play good basketball. Karena di Regional Jakarta ini saya rasa semua tim kuat dan punya potensi saling mengalahkan. Tidak mudah, tapi kami tetap optimis, kami akan lakukan yang terbaik dan kejar juara,” ujar Fajar dalam keterangan resminya.
Di sisi lain, pelatih tim putra Binus, Jap Ricky Lesmana, menyoroti kedisiplinan tinggi dalam bertahan sebagai kunci kemenangan timnya. Namun, ia juga mengingatkan agar timnya tampil sempurna untuk menghadapi agresivitas UPH sebagai tuan rumah.
“Yang pasti kemenangan kami di disiplin defense ya, terus kita juga agresif, akhirnya kita pelan-pelan menemukan ritme dan akhirnya bisa menjauh. Jadi buat ke depannya nanti, kami harus mempersiapkan dua hal itu. Karena secara skill, itu kami perlu dilatih terus, itu sudah bukan jadi pertanyaan dan bukan jadi jawaban, itu sudah jadi hal wajib buat kami,” kata Jap.
Campus League 2026: Format dan Perjalanan ke Tingkat Nasional
Campus League 2026 merupakan edisi perdana yang diselenggarakan di lima kota berbeda, yaitu Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta. Khusus regional Jakarta, pesertanya tidak hanya berasal dari ibu kota, melainkan juga dari Serang, Banten, hingga Pekanbaru.
Nantinya, para pemenang dari setiap regional akan bertemu di fase The Nationals. Regional Jakarta akan mengirimkan tiga wakil, yaitu para finalis dan pemenang perebutan peringkat ketiga. Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menjelaskan adanya penyesuaian format kualifikasi.
“Format awal yang kami rancang adalah meloloskan dua tim terbaik (juara dan runner-up) dari masing-masing regional ke babak nasional. Namun dinamika di lapangan terjadi saat kompetisi berjalan, saat masuk Samarinda, kami hanya mendapatkan (peserta) empat tim putra, sangat tidak adil dan tidak kompetitif kalau kami langsung meloloskan dua tim ke tingkat nasional,” jelas Dave.
Ia melanjutkan, “Melalui penyesuaian tersebut, total jatah tim putra tetap 10 dengan pembagian Jakarta sebagai tuan rumah mengirim tiga wakil, jadi mekanismenya ditentukan melalui pertandingan perebutan peringkat ketiga dan keempat, pemenang dari pertandingan itu yang secara resmi akan mendampingi juara dan runner-up dari Regional Jakarta.”
