Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, DBL Indonesia, bersiap kembali bergulir untuk musim 2026/2027. Menjelang dimulainya ajang bergengsi ini, DBL Indonesia baru-baru ini mengumumkan inovasi baru pada DBL Dance Competition dengan menggandeng Aqua sebagai title partner.
Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya hidrasi bagi para peserta yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan DBL.
Aqua Dukung Hidrasi Generasi Aktif DBL
“Kami sangat senang menyambut Aqua sebagai bagian dari ekosistem DBL. Anak-anak di DBL adalah generasi yang sangat aktif. Mereka berlatih keras di lapangan, menyiapkan penampilan terbaik di atas panggung, hingga memberikan dukungan penuh dari tribun. Dalam aktivitas seperti itu, menjaga hidrasi menjadi hal yang penting,” ujar Masany Audri dalam keterangan resminya.
Masany menambahkan bahwa semangat ‘Adem’ yang dibawa Aqua sangat relevan dengan pengalaman para peserta DBL Dance. “Kami menyaksikan sendiri peserta DBL Dance itu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyusun koreografi, berlatih, hingga tampil dengan kostum dan properti yang sering kali membuat mereka merasa gerah. Karena itu, kehadiran partner baru ini dengan semangat Adem sangat relevan dan dekat dengan pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti kompetisi,” jelasnya.
DBL: Kawah Candradimuka Pebasket dan Penari Nasional
Selama 22 tahun eksis di kancah basket nasional sejak 2004, DBL Indonesia telah banyak melahirkan talenta-talenta top. Sejumlah pebasket putra nasional seperti Abraham Damar Grahita, Yudha Saputera, Kelvin Sanjaya, Avan Saputra, hingga Vincent Rivaldi Kosasih merupakan alumni DBL.
Di sektor putri, nama-nama seperti Dewa Ayu Made Sriartha, Adelaide Callista Wongsohardjo, dan Nathania Claresta Orville juga merupakan jebolan kompetisi ini. DBL tidak hanya fokus pada persaingan di lapangan, tetapi juga menciptakan ekosistem olahraga dan hiburan melalui konsep student athlete.
Salah satu elemen penting dalam ekosistem tersebut adalah DBL Dance Competition. Setiap tim peserta diwajibkan memiliki tim dance pendamping yang tidak hanya mendukung tim basket sekolah, tetapi juga berkompetisi secara mandiri. Ajang ini terus membesar dan diminati, bahkan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2018 sebagai kompetisi dance dengan peserta terbanyak di Indonesia.
DBL Dance juga telah melahirkan banyak talenta berbakat, termasuk Dita Karang dan Christy Gardena yang kini menjadi anggota Grup No Na.
Manfaat Kompetisi DBL Dance bagi Pelajar
Valencia Stephanie Hadasaah, seorang alumni dancer SMA IPEKA Puri Jakarta, mengakui banyaknya manfaat yang ia peroleh dari kompetisi ini. Menurutnya, DBL Dance memberikan pengalaman profesional, memperluas jejaring, dan meningkatkan rasa percaya diri.
“Atmosfer kompetisi DBL Dance itu meriah. Kami bangga bisa tampil di depan banyak penonton dan menjadi bagian dari DBL. Sebab selain berkompetisi, kami juga mendapatkan banyak pengalaman berharga dan bertemu teman-teman baru dari berbagai sekolah,” ungkap Valencia.
Perubahan dengan kehadiran Aqua sebagai title partner di musim 2026/2027 ini diharapkan dapat semakin mendampingi para pelajar yang aktif berlatih dan berkompetisi, baik di lapangan basket, di panggung dance, maupun di tribun suporter. Dukungan ini diharapkan dapat terasa sejak mereka melakukan persiapan di rumah bersama orang tua hingga di sekolah dengan pendampingan guru.
