TORONTO – Timnas Portugal berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor 2-1. Laga yang berlangsung di BMO Field, Toronto, pada Jumat (3/7/2026) pagi WIB itu diwarnai keputusan taktis berani dari pelatih Roberto Martinez yang menarik keluar megabintang Cristiano Ronaldo.

Portugal sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Ivan Perisic. Namun, Selecao das Quinas bangkit. Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti pada menit ke-68. Gol kemenangan Portugal kemudian dicetak oleh Goncalo Ramos di masa injury time.

Goncalo Ramos, yang menjadi penentu kemenangan, masuk pada menit ke-68 menggantikan Joao Cancelo. Pergantian ini membuat Martinez sempat memainkan dua striker di lini depan, yakni Ramos bersama Ronaldo. Martinez juga memasukkan gelandang Bernardo Silva dan sayap Francisco Conceicao untuk mendukung strateginya.

Namun, dirasa masih kurang, Martinez mengambil keputusan mengejutkan dengan menarik keluar Cristiano Ronaldo pada menit ke-81. Ronaldo digantikan oleh Ruben Neves, yang membuat Portugal kembali bermain dengan satu penyerang dan menambah kekuatan di lini tengah.

Saat ditarik keluar, Ronaldo tampak menunjukkan ekspresi kekesalan. Ia terlihat murung saat berjalan menuju bangku cadangan, meski sebelumnya telah mencetak gol penyama kedudukan.

Taktik Martinez akhirnya berbuah manis. Goncalo Ramos berhasil menjebol gawang Kroasia di menit-menit akhir pertandingan, memanfaatkan umpan silang dari Rafael Leao, sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Portugal.

Usai pertandingan, Roberto Martinez menjelaskan alasannya menarik keluar sang kapten. Ia mengakui bahwa keputusannya didasari kebutuhan untuk menambah kekuatan di lini tengah timnya.

“Goncalo Ramos adalah pemain yang selalu memberikan kontribusi saat masuk sebagai pengganti, seperti halnya Bernardo Silva dan Conceicao. Penting untuk memulai dengan baik dan mengakhiri pertandingan dengan lebih baik lagi,” kata Martinez, seperti dilansir Athlon Sport.

Martinez menambahkan, “Kami mengambil risiko besar dengan bermain menggunakan dua penyerang, tetapi kemudian kami membutuhkan gelandang tambahan, jadi kami menarik Cristiano Ronaldo keluar.”