Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta World FolkFest 2026 sebagai ajang penting untuk memperkuat citra Ibu Kota sebagai kota global yang terbuka, inklusif, dan berbudaya. Acara budaya internasional ini digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Kamis (2/7/2026), dan diikuti oleh 115 delegasi dari enam negara.
Pramono Anung menyatakan bahwa partisipasi delegasi dari Rumania, Yunani, Polandia, Filipina, Rusia, dan Korea Selatan, bersama dengan seniman Indonesia, menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap Jakarta. “Kehadiran ratusan delegasi dari berbagai negara menunjukkan bahwa Jakarta semakin dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan budaya berskala internasional,” ujar Pramono di Balai Kota.
Menurutnya, kepercayaan ini menegaskan posisi Jakarta yang semakin diperhitungkan sebagai kota global yang mampu menyelenggarakan agenda budaya bertaraf internasional. Selama berada di Jakarta, para delegasi tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan budaya dari negara masing-masing, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.
Mereka mengikuti parade budaya yang meriah di kawasan Dukuh Atas, Gedung BNI 46, dan Bundaran HI. Selain itu, para delegasi juga berkesempatan mengunjungi sejumlah destinasi ikonik Ibu Kota, seperti Monumen Nasional (Monas) dan Kawasan Kota Tua.
“Saya melihat antusiasme para delegasi sangat baik. Selain menikmati berbagai pertunjukan budaya, mereka juga mengikuti parade budaya dan mengunjungi berbagai destinasi bersejarah di Jakarta. Mudah-mudahan pengalaman ini memberikan kesan yang baik tentang Jakarta,” ungkap Pramono.
Jakarta World FolkFest 2026 merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, yang akan menuju usia lima abad pada tahun 2027. Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya mempertegas identitas Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, toleran, dan terbuka bagi masyarakat dunia.
Pramono Anung menambahkan, “Momentum ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad Jakarta, sekaligus memperkenalkan wajah Jakarta sebagai kota yang berbudaya, inklusif, dan terbuka bagi semua kalangan.”
Ia berharap Jakarta World FolkFest dapat semakin mempererat hubungan persahabatan antarnegara, mendorong promosi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta memicu penyelenggaraan lebih banyak agenda internasional di masa mendatang. “Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat persahabatan antarnegara, mendorong promosi pariwisata dan ekonomi kreatif, serta menjadikan Jakarta sebagai destinasi berbagai agenda internasional,” pungkas Pramono.
