Aktris Frislly Herlind membeberkan pengalaman tak biasa selama proses syuting film horor Sajen Satu Suro di Yogyakarta. Selain dituntut berakting profesional, ia juga kerap berperan sebagai ‘penyembuh’ bagi kru dan rekan sesama pemain yang mengalami gangguan supranatural.
Frislly mengaku harus bekerja ekstra keras karena sering diminta membantu menangani kru yang mengalami kesurupan massal. Tak hanya itu, ia juga memantau kondisi teman-temannya yang sempat mengalami fenomena ‘ketempelan’ atau diikuti entitas tak kasat mata.
Salah satu kejadian menimpa aktris Aisha Nurra Datau. Aisha sempat merasa tubuhnya mendadak berat dan sedih setelah menyentuh properti antik di lokasi syuting. Frislly segera menyadari adanya entitas hantu wanita tua yang mengikuti rekannya tersebut.
Frislly menjelaskan, “Yang ketempelan tuh Aisha. Aisha sempet kayak yang badannya berat terus dia nangis tapi ketempelan ya bukan kesurupan. Jadi bener-bener ketempelan aja,” ujarnya belum lama ini.
Tanggung jawab moral untuk melindungi timnya membuat proses syuting ini terasa lebih personal bagi Frislly. Ia bertekad memastikan semua orang bisa pulang dalam keadaan selamat tanpa membawa “oleh-oleh” dari alam lain.
Fenomena supranatural yang sering terjadi di lokasi syuting membuat Frislly harus bersiaga setiap saat untuk menetralisir energi negatif. Kondisi ini pun membuatnya berseloroh bahwa dirinya pantas mendapatkan bayaran ganda karena beban kerja yang bertambah.
“Harusnya double gaji karena double job. Cuma memang yang bikin seru juga aku tuh udah kenal sebelumnya sama temen-temenku. Jadi pas ketemu sama mereka enjoy, nggak terlalu capek dibawa fun-nya lebih banyak,’ candanya.
Meski tetap bisa menikmati proses syuting bersama pemain dan kru yang asyik, Frislly tak menyangkal bahwa lokasi film Sajen Satu Suro memang cukup menakutkan.
“Tapi jujur lokasi film Sajen Satu Suro ini bener-bener serem banget dan kebetulan warga-warga di sana juga selalu yang ngomong kayak ‘Kalau jam segini biasanya kita tuh udah sepi, udah nggak waktunya aktivitas,'” cerita Frislly.
Ia menambahkan, “Jadi kayak kita yang masih beraktivitas di jam segitu masih ada yang kayak ‘Ih denger nggak sih tadi ada suara kuda lewat’ gitu. Padahal kudanya nggak ada, kuda di-calling siang. Tapi itu tuh bener-bener banyak banget gangguan,’ pungkasnya.
