Toronto – Sorotan tajam tertuju pada Toronto Stadium hari ini, Jumat (3/7/2026) pagi WIB, saat Portugal dan Kroasia saling berhadapan dalam laga Babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak selanjutnya, melainkan juga panggung potensial terakhir bagi dua ikon sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric.
Kedua kapten tim tersebut, yang kini sama-sama berusia 41 tahun, diperkirakan akan menjalani Piala Dunia terakhir mereka. Dengan usia yang tak lagi muda, kecil kemungkinan bagi Ronaldo dan Modric untuk melanjutkan kiprah di Euro 2028. Oleh karena itu, duel ini menjadi sangat emosional, terutama bagi Ronaldo yang masih memendam ambisi besar untuk membawa Portugal meraih gelar juara dunia.
Ronaldo dan Modric memiliki jejak karier yang gemilang, termasuk total 47 pertandingan di Piala Dunia. Di antara keduanya, mereka telah mengoleksi enam penghargaan Ballon d’Or dalam rentang waktu 2008 hingga 2018. Keduanya juga pernah bahu-membahu memperkuat Real Madrid, menyumbangkan dua gelar LaLiga dan empat trofi Liga Champions yang prestisius.
Kini, persahabatan di level klub harus dikesampingkan. Mereka harus saling mengalahkan demi menjaga asa negara masing-masing di turnamen akbar ini. Gelandang Portugal, Vitinha, mengungkapkan perasaannya mengenai duel dua legenda tersebut.
“Saya punya keistimewaan bisa setim dan berkegiatan sehari-hari bareng Cristiano. Ini kehormatan buat saya. Saya juga ingin bersama Luka Modric lebih lama juga,” ujar Vitinha kepada ESPN.
Vitinha menambahkan, “Sekilas saya lihat, dia orangnya sangat baik dan friendly. Tapi besok, salah satunya harus pulang duluan. Saya harap itu Luka Modric.” Pernyataan Vitinha ini menggambarkan betapa beratnya laga yang akan tersaji, di mana salah satu legenda harus mengakhiri perjalanannya lebih awal dari turnamen.
