YouTuber dan pengusaha Atta Halilintar kini merambah industri perfilman sebagai produser eksekutif untuk film animasi ‘Garuda di Dadaku’. Proyek ambisius ini menandai debutnya dalam menggarap mahakarya visual yang melibatkan lebih dari 500 talenta animator lokal.
Suami Aurel Hermansyah ini mengungkapkan bahwa biaya produksi film tersebut tidaklah sedikit, menyentuh angka puluhan miliar Rupiah. “Dibilang murah nggak ya, cukup mahal. Secara model pasti mungkin kita menghabiskan dana masih puluhan miliar,” ujar Atta Halilintar saat ditemui di Plaza Senayan XXI, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2026).
Meskipun nilai investasinya fantastis, Atta menilai hal tersebut sebanding dengan kualitas yang dihasilkan, khususnya untuk pasar penonton tanah air.
Atta menjelaskan, durasi pengerjaan film animasi ini sangat menantang dan memakan waktu cukup lama. Sebagai contoh, untuk menghasilkan satu adegan berdurasi 10 menit di dalam stadion saja, tim produksi membutuhkan waktu enam hingga delapan bulan.
Ia menegaskan kebanggaannya terhadap kontribusi anak bangsa. “Ini karya crafting 99% anak bangsa. Suatu kebanggaan aku bisa menjadi salah satu bagian dari orang-orang hebat, ratusan bahkan lebih dari 500 orang yang ikut berkontribusi hebat di dalam mahakarya Garuda di Dadaku Animasi,” jelasnya.
Kualitas visual film ini bahkan sempat membuat heboh warganet karena dianggap sangat halus, layaknya hasil buatan kecerdasan buatan atau AI. Menanggapi hal itu, Atta justru merasa bangga karena menjadi bukti nyata kemampuan tangan-tangan kreatif animator dalam negeri.
Keputusannya berinvestasi dalam proyek ini didorong oleh kegelisahannya sebagai ayah yang sulit menemukan film bioskop berkualitas untuk anak-anaknya. Selain itu, kecintaannya yang mendalam terhadap dunia sepak bola dan Timnas Indonesia menjadi alasan utama ia tertarik menggarap cerita ini.
Atta berharap karya ini mampu menjadi wadah sekaligus pemantik semangat bagi para animator tanah air untuk terus konsisten berkarya. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai nasionalisme serta semangat membela Merah Putih kepada generasi muda melalui medium film.
Film ‘Garuda di Dadaku’ versi animasi ini mengangkat kisah inspiratif tentang Putra, seorang anak laki-laki yang bermimpi menjadi bintang sepak bola. Di tengah keraguan akan kemampuannya, ia bertemu dengan sosok burung Garuda ajaib bernama Gaga yang membantunya menemukan kembali keberanian.
Perjalanan Putra dalam menggapai cita-citanya semakin berwarna berkat dukungan dari sahabatnya, Naya, serta orang-orang terdekat lainnya. Pesan moral dalam film ini menekankan bahwa setiap impian besar membutuhkan dukungan dari orang-orang yang mampu melihat potensi dalam diri kita.
Bagi para penggemar film animasi dan pecinta sepak bola, mahakarya ini dijadwalkan akan menghiasi layar lebar mulai 11 Juni 2026 mendatang. Penayangan serentak di seluruh bioskop Indonesia diharapkan mampu memberikan tontonan yang mendidik sekaligus menghibur bagi seluruh keluarga.
