Film blockbuster Korea Selatan, The King’s Warden, yang sukses besar di bioskop, kini menghadapi gugatan hukum terkait tuduhan plagiarisme. Sidang perdana kasus ini digelar pada 19 Mei di Divisi Sipil 21 Pengadilan Distrik Barat Seoul.
Gugatan diajukan oleh keluarga mendiang penulis naskah Eom Heung Do, menuntut penghentian penayangan film karena diduga menyalin elemen kreatif dari drama lawas berjudul Eom Heung Do. Namun, pihak rumah produksi Ondaworks dan BA Entertainment, bersama distributor Showbox, membantah keras seluruh tuduhan tersebut.
Mereka berargumen bahwa kesamaan yang dipermasalahkan hanya berkaitan dengan fakta sejarah yang sudah dikenal publik. “Adegan yang dipermasalahkan berakar dari fakta sejarah dan tidak bisa dianggap sebagai ekspresi kreatif yang unik dari karya tertentu,” ujar pihak produksi dalam persidangan.
Pihak produksi juga menegaskan perbedaan fokus cerita film dengan naskah Eom Heung Do. Menurut mereka, The King’s Warden lebih menonjolkan hubungan emosional antartokoh serta perjalanan hidup Raja Danjong di masa pengasingan.
“Walau naskah asli berfokus pada pengorbanan Eom Heung Do, film ini sepenuhnya berbeda dari segi tone dan fokus narasi,” tambah pihak produksi. Ondaworks sebelumnya juga telah menegaskan bahwa tuduhan plagiarisme tidak berdasar. “Film ini memiliki kreator orisinal yang jelas. Tidak pernah ada karya lain yang dijadikan referensi selama tahap perencanaan maupun produksi,” tegas Ondaworks.
Majelis hakim dalam sidang tersebut menilai argumen rumah produksi mengenai tema sejarah yang tidak dilindungi hak cipta memiliki dasar yang cukup kuat. Meski demikian, pengadilan tetap meminta pihak penggugat untuk menyerahkan bukti lebih rinci terkait tujuh poin dugaan kemiripan kreatif yang mereka ajukan.
Di tengah polemik hukum ini, film garapan sutradara Jang Hang Joon tersebut terus mencatat prestasi gemilang di box office Korea Selatan. The King’s Warden telah menembus lebih dari 16,6 juta penonton, menjadikannya film lokal pertama dalam dua tahun terakhir yang berhasil melewati angka 10 juta tiket penjualan.
