Rumah produksi HAS Pictures secara resmi melayangkan somasi terhadap aktris Ratu Sofya pada Jumat, 03 Juli 2026. Somasi ini menyusul penolakan Ratu Sofya untuk terlibat dalam kegiatan promosi film terbarunya yang bertajuk Dosa Penebusan atau Pengampunan, sebuah tindakan yang dinilai telah melanggar kesepakatan profesional.

Penolakan Promosi dan Bantahan Pihak Produksi

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, menjelaskan bahwa alasan utama Ratu Sofya enggan melakukan promosi adalah karena rasa tidak nyaman terhadap adegan dewasa dalam film tersebut. “Jadi, saudari RS ini enggan ikut promo gitu karena saudari RS ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini gitu,” ungkap Reza saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Reza menyayangkan sikap Ratu yang justru melempar isu ketidaknyamanan tersebut melalui media sosial, hingga memicu kegaduhan publik. Ia menegaskan bahwa adegan yang dipermasalahkan memiliki filosofi cerita yang kuat dan tidak semata-mata ditampilkan untuk mengeksploitasi unsur seksualitas.

Pihak produser juga membantah keras klaim sang aktris yang menyebut dirinya tidak difasilitasi pemeran pengganti atau body double saat syuting berlangsung. Reza menegaskan bahwa pernyataan Ratu sangat bertolak belakang dengan fakta otentik yang terekam oleh kru di lokasi pengambilan gambar.

Putri, rekan kerja Reza, menambahkan bahwa tim produksi sebenarnya sudah menyediakan body double, namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Ratu sendiri. “Dia enggak pernah mau pakai karena dia bilang, ‘aku bisa kalau cuma kayak gitu aja’ gitu sih,” tutur Putri menirukan ucapan sang aktris.

Reza merasa heran dengan perubahan drastis sikap Ratu yang awalnya terlihat sangat menikmati seluruh proses mulai dari casting hingga syuting. Ia menduga perubahan karakter sang aktris terjadi setelah Ratu menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang identitasnya tidak disebutkan secara gamblang.

Tuntutan Hukum dan Ancaman Pidana

Melalui kuasa hukumnya, Takwa, HAS Pictures kini menuntut agar Safira Ratu Sofya segera menjalankan kewajibannya untuk mempromosikan film tersebut tanpa menunda lagi. “Artinya kita menuntut kepada artis ini, Safira Ratu Sofya, untuk melakukan promosinya segera dan seketika,” tegas Takwa selaku pengacara.

Jika peringatan keras ini tetap tidak diindahkan, pihak rumah produksi menyatakan kesiapannya untuk membawa sengketa ini ke ranah pidana. Langkah tegas ini diambil demi menjaga integritas serta standar profesionalisme yang harus dijunjung tinggi dalam industri perfilman tanah air.

Konteks Curhatan Viral Ratu Sofya

Jauh sebelum konflik ini mencuat, Ratu Sofya sempat viral karena curhatannya yang mengaku terpaksa melakoni adegan dewasa demi membantu perekonomian keluarganya. “Gue harus main film yang ada adegan nggak pantasnya demi keluarga gue bisa dapat duit ratusan juta,” ucap Ratu dalam video pada Januari 2026 lalu.

Ironisnya, ia mengaku tidak pernah mencicipi hasil jerih payahnya tersebut karena seluruh pundi-pundi uang dikelola langsung oleh orang tuanya. Ratu membeberkan bahwa uang hasil kerjanya habis digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup anggota keluarga inti hingga kerabat lainnya yang cukup banyak.