Bulan Agustus kerap identik dengan semarak perayaan kemerdekaan dan semangat nasionalisme di Indonesia. Namun, di tengah hiruk pikuk tersebut, umat Islam diingatkan untuk tidak melupakan amalan sunah yang memiliki keutamaan besar, yakni puasa Ayyamul Bidh.

Pada Agustus 2025, ibadah sunah ini kembali hadir sebagai kesempatan emas untuk meraih “kemerdekaan spiritual”. Momen ini menjadi ajang untuk membebaskan jiwa dari kesibukan duniawi dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Pentingnya Niat dalam Puasa Ayyamul Bidh

Niat merupakan pilar utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa sunah Ayyamul Bidh. Waktu terbaik untuk melafalkan niat adalah pada malam hari sebelum terbit fajar. Meskipun niat utama berada di dalam hati, melafalkannya dapat membantu memantapkan tekad untuk beribadah.

Berikut adalah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang dapat dilafalkan:

Bacaan Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Bacaan Latin: “Nawaitu shouma ayyaamil biidh sunnatan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat puasa Ayyamul Bidh, sunah karena Allah Ta’ala.”

Doa Berbuka Puasa Ayyamul Bidh

Banyak umat Islam yang bertanya mengenai doa khusus untuk berbuka puasa Ayyamul Bidh. Jawabannya, doa berbuka puasanya sama dengan doa berbuka pada umumnya. Namun, sering terjadi kekeliruan mengenai lafal doa yang paling utama.

Berikut adalah salah satu versi doa buka puasa yang populer di masyarakat dan sering dibaca:

Bacaan Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Bacaan Latin: “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu.”