Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang secara resmi membuka Fakultas Kedokteran (FK) setelah mengantongi izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Nomor 193/B/O/2025.

Peresmian ini diumumkan dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-55 UIN Walisongo pada Rabu, 9 April 2025, yang berlangsung di Auditorium II Kampus III. Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, R Muhammad Syafii, atau yang akrab disapa Romo Syafi’i, menyampaikan bahwa pendirian FK UIN Walisongo merupakan langkah strategis yang mendukung visi Presiden Prabowo Subianto.

Visi tersebut berfokus pada perwujudan kemandirian nasional di bidang kesehatan serta penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. “Saya mengucapkan selamat atas berdirinya Fakultas Kedokteran UIN Walisongo. Kami di Kementerian Agama berkomitmen mensukseskan visi Presiden Prabowo untuk mencetak generasi sehat, tangguh, dan cerdas secara spiritual maupun intelektual. FK UIN Walisongo adalah salah satu pijakan awal menuju hal itu,” ujar Romo Syafii.

Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Nizar, MAg, menambahkan bahwa pendirian fakultas ini menjadi ‘kado istimewa untuk Dies Natalis ke-55’ kampus. Ini juga merupakan bagian dari langkah strategis UIN Walisongo untuk memperluas kontribusinya di bidang medis.

Proses pendirian FK UIN Walisongo tidak lepas dari peran aktif Wamenag Romo Syafii dalam mengawal perizinan. Pada akhir Desember 2024, Romo Syafii menginisiasi pertemuan penting dengan Mendikti Saintek saat itu, Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro, Wakil Mendikti Saintek Prof Dr Fauzan, MPd, serta Sekjen Togar M Simatupang.

Dalam pertemuan tersebut, Romo Syafii hadir bersama Dirjen Pendis Kemenag kala itu, Prof Abu Rokhmad, dan jajaran Kemenag lainnya. Forum strategis ini membahas akselerasi pembukaan program studi umum di UIN, termasuk FK di UIN Walisongo dan UIN Semarang, menyusul keberhasilan pembukaan FK UIN Jambi sebelumnya.

Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo, Dr Sugeng Ibrahim, MBiomed, menegaskan bahwa terbitnya izin pembukaan Fakultas Kedokteran ini merupakan hasil dari inisiasi dan dorongan kuat Wamenag Romo Syafii. “Prof. Fauzan selaku Wakil Mendikti Saintek memang menyampaikan langsung kepada kami bahwa terbitnya izin Fakultas Kedokteran ini tak lepas dari persuasi kuat Romo Wamenag,” ungkap Sugeng.

FK UIN Walisongo memiliki distingsi khusus dalam arah pengembangan regenerative medicine dan penjaminan kesehatan. Mahasiswa akan dibekali pengetahuan tentang stem cell atau sel punca, serta dilatih menjadi case mix manager yang berperan menjembatani antara dokter klinis dan BPJS sesuai ketentuan yang berlaku. “Dokter lulusan UIN Walisongo adalah dokter yang unggul, humanis dan beradab,” jelas Sugeng.

Untuk mendukung operasionalnya, sebanyak 41 dokter telah menyatakan kesiapan untuk bergabung sebagai tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran UIN Walisongo. Komitmen ini menunjukkan keseriusan UIN Walisongo dalam tahapan percepatan pembukaan fakultas. Selain itu, UIN Walisongo juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit sebagai mitra pendidikan, dengan RSUD dr Gondo Suwarno Kabupaten Semarang ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran.