Bintang NBA, Kyrie Irving, menyapa ribuan penggemarnya di Jakarta dalam rangkaian World Tour 2026 “The Return” pada Selasa (30/6/2026). Dalam kunjungannya yang penuh antusiasme, pebasket Dallas Mavericks itu tidak hanya berinteraksi langsung dengan komunitas basket Indonesia, tetapi juga sempat mengenang momen dramatis final NBA 2016 saat timnya tertinggal jauh.
Kunjungan Irving ke Indonesia merupakan bagian dari tur dunianya yang didukung oleh sponsor pribadinya, Anta. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berkesempatan dikunjungi oleh pemain yang dikenal dengan kemampuan dribble memukaunya ini. Serangkaian kegiatan dirancang untuk mempererat interaksi antara Irving dengan komunitas basket lokal.
Antusiasme penggemar terlihat jelas saat Irving mendatangi City Hall Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, pada sore hari. Ribuan pengunjung langsung meneriakkan namanya, menunjukkan sambutan hangat. Sebelumnya, Irving juga disambut meriah ratusan penggemar saat meresmikan pembukaan toko Anta di Pondok Indah Mall 1. Ia tidak datang sendirian, melainkan ditemani oleh keluarganya, termasuk sang ayah.
Irving berinteraksi langsung dengan para penggemar, komunitas basket, serta sejumlah pebasket nasional yang hadir. Ia dengan ramah melayani permintaan foto dan tanda tangan dari para fansnya.
Irving Sampaikan Salam dan Kenang Momen NBA 2016
Dalam sambutannya, Irving mengungkapkan kegembiraannya berada di Indonesia. “Senang sekali bisa berada di Jakarta. Ini pertama kalinya saya ada di Indonesia. Ini merupakan bagian dari tugas saya sebagai atlet, berbagai kegembiraa dengan fans di seluruh dunia,” ujar Irving.
Pebasket berusia 34 tahun itu juga sempat menyapa penonton dalam bahasa Indonesia ketika disapa oleh presenter Muthia Wirosastro. “Apa kabar?” sahut Irving yang disambut riuh-rendah penonton.
Puncak acara adalah pertandingan basket mini format 4×4, di mana Irving didaulat sebagai pelatih salah satu tim yang berhadapan dengan tim asuhan legenda basket Indonesia, Ali Budimansyah. Tim asuhan Ali berhasil memenangkan pertandingan dengan skor telak 12-3.
Meskipun timnya tertinggal jauh 2-10 dalam laga berdurasi kurang dari 10 menit itu, Irving tetap memberikan instruksi dan motivasi kepada para pebasket muda di bawah usia 14 tahun. Ia bahkan menyinggung pengalamannya bersama Cleveland Cavaliers saat menjuarai NBA 2016.
Kala itu, Cavaliers sempat tertinggal 1-3 dari Golden State Warriors di Final NBA 2016, sebelum akhirnya bangkit dan memenangkan seri dengan skor 4-3. Cavaliers mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya tim yang menjadi juara NBA setelah mengembalikan defisit dua gim dari lawannya.
“Ah, saya pernah merasakan pengalaman seperti ini, tertinggal 1-3 dan Anda tahu seperti apa kan hasilnya Jadi jangan menyerah,” kata Irving yang disertai tepuk tangan penonton, memberikan semangat kepada para pemain muda.
Beberapa pebasket IBL seperti Rio Disi, Surliyadin, Sandy Ibrahim, Kevin Moses Poetiray, dan Althof Satrio turut berkesempatan berinteraksi dengan Irving. Mereka sebelumnya sempat bertanding 3×3 melawan tim Filipina, San Beda University, sesaat sebelum kedatangan Irving.
